Minggu, 21 Agustus 2011

Prinsip Kerja DVD


   Prinsip kerja DVD Player tak ada bedanya dengan cara kerja CD Player , karena keduanya
memiliki komponen optik yang mampu menyorotkan sinar laser berwarna merah ke arah
permukaan piringan, atau tepatnya ke permukaan layer dari suatu piringan CD maupun
DVD.
   DVD player mampu menguraikan (decode) data video MPEG-2 yang diubah menjadi video komposit standar, agar dapat dinikmati pada pesawat televisi, begitu juga dengan proses decoding audionya diterjemahkan oleh prosesor Dolby untuk dikirim menjadi sinyal audio yang berujung di perangkat speaker.

Tiga komponen mendasar pada sebuah DVD Player
Motor penggerak putaran piringan yang berfungsi untuk mengontrol setiap gerakan putar dengan tingkat akurasi yang sangat presisi. Motor ini sangat membantu proses pembacaan trak yang memiliki putaran antara 200 sampai dengan 500 RPM.
Sebuah laser dan lensa yang menjadi perangkat utama dalam memfokuskan pembacaan data dari piringan menggunakan penembakan sistem laser , biasanya laser ini sangat kompatibel dengan jenis piringan CD. Kalau CD bekerja pada laser dengan panjang gelombang 780 nanometer, sedangkan untuk DVD pada 635 atau 650 nanometer.
Trak mekanik (tracking mechanism) yang merupakan perangkat bantu yang bertugas menggerakkan laser beam mengikuti gerak trak beralur spiral dari setiap piringan. Sistemtracking ini mampu bergerak dengan resolusi tingkat mikron.
   Didalam DVD Player terdapat komponen berbasis teknologi komputer yang dikemas
dalam blok data berbentuk IC (Integrtated Circuit), dimana salah satunya mengarah ke modul DAC (Digital Analog Converter) yang memang berfungsi untuk menangani data audio dan video, atau bahkan langsung menuju ke komponen dengan format digital, seperti data video digital .

   Prinsip kerja DVD Player yang paling fundamental terletak pada pemfokusan dari laser ketika melakukan pembacaan pit-pit dijalur trak, karena titik kerjanya harus dapat terfokus pada setiap permukaan bidang pantul. Ini sangat menentukan terutama waktu menjalankan jenis piringan DVD yang memiliki double-layer , karena dalam satu muka terdapat dua lapis reflektor yang masing-masing memiliki jarak yang berbeda, sehingga titik fokusnya juga tidak sama. Untuk lapis pertama dibuat sebagai bidang reflektif semitransparan,
dimana laser juga harus mampu menembusnya ketika membaca data pada layer inti yang berada di lapis kedua.
   Setiap sorotan laser akan langsung mengenai lapisan pemantul bahan polycarbonate dari piringan DVD , kemudian dipantulkan kembali ke komponen opto-electronic yang bertugas mendeteksi setiap perubahan cahaya yang dipantulkan. Jadi dari opto-electronic tersebut kemudian diterjemahkan menjadi kode-kode binary yang biasa disebut bit. Pekerjaan paling berat dalam sistem pembacaan dari piringan DVD adalah pada saat menjaga posisi sorotan laser yang harus tetap fokus ditengah-tengah jalur trak data.Tugas ini dibebankan pada tracking system yang selalu bergerak kontinu dari tengah ke pinggir piringan, sehingga akan terjadi pergeseran laser dari arah dalam bergerak keluar secara linier. Kecepatan dari pembacaan datanya juga berlangsung konstan, ini dapat kita buktikan melalui gerakan motor spindle yang berputar semakin lambat ketika mata laser mulai menuju ke pinggir piringan DVD.

ditranslasikan oleh : SUMBER

Menjelaskan Perbedaan media rekam VCD dan DVD

                                                     




VCD 
      Sebelum munculnya DVD dan Blu-ray , CD Video (disingkat VCD, dan juga dikenal sebagai Lihat CD, Compact Disc digital video) menjadi format pertama untuk mendistribusikan film pada standar cakram optik 120 mm. The format is a standard digital format for storing video on a Compact Disc. Formatnya adalah standar digital format untuk menyimpan video yang pada Compact Disc  VCDs are playable in dedicated VCD players, most DVD-Video players, personal computers, and some video game consoles. VCD dimainkan di VCD player khusus, kebanyakan DVD-Video player, komputer pribadi , dan beberapa konsol video game.








 Spesifikasi 
Video spesifikasi :
  •  Codec:  MPEG-1
  • Resolusi:
    • NTSC : 352x240
    • PAL / SECAM : 352x288
  • Aspek Rasio :
    • NTSC : 4:3
    • PAL / SECAM : 4:3
  • Framerate:
    • NTSC : 29,97 atau 23.976 frame per detik
    • PAL / SECAM : 25 frame per detik
  • Bitrate: 1.150 kilobit per detik
    • Tingkat Pengendalian: kecepatan bit konstan
Meskipun banyak DVD pemutar video mendukung pemutaran, VCD video tidak kompatibel dengan DVD-Video standar.

Audio spesifikasi
  • Codec: MPEG-1 Audio Layer II
  • Frekuensi: 44.100 hertz (44.1 kHz)
  • Output: Dual channel atau stereo
  • Bitrate: 224 kilobits per second Bitrate: 224 kilobits per detik
    • Rate Control: Constant bitrate Tingkat Pengendalian: bitrate Konstan
Seperti kebanyakan format berbasis CD, VCD audio kompatibel dengan DVD-Video standar karena perbedaan dalam frekuensi; DVD membutuhkan 48 kHz, sedangkan VCD menggunakan 44,1 kHz.




 
DVD 
      DVD adalah disk optik penyimpanan format media, diciptakan dan dikembangkan oleh Philips , Sony , Toshiba , dan Panasonic pada tahun 1995. DVD menawarkan kapasitas penyimpanan yang lebih tinggi dari Compact Disc sementara memiliki dimensi yang sama.
Pra-rekaman DVD diproduksi secara massal menggunakan mesin cetak yang secara fisik cap data ke DVD. Cakram tersebut dikenal sebagai DVD- ROM , karena data hanya dapat dibaca dan tidak ditulis atau terhapus. DVD recordable kosong ( DVD-R dan DVD + R ) dapat direkam sekaligus menggunakan teknologi perekaman disk optik dan didukung oleh drive disk optik dan perekam DVD dan kemudian berfungsi sebagai DVD-ROM. DVD rewritable ( DVD-RW , DVD + RW , dan DVD-RAM ) dapat direkam dan dihapus beberapa kali.
DVD yang digunakan dalam DVD-Video format video digital konsumen dan DVD-Audio Format audio digital konsumen, serta untuk authoring cakram AVCHD. DVD yang berisi jenis informasi lainnya dapat disebut sebagai cakram data DVD.

   Spesifikasi 
  • DVD-Video adalah standar untuk menyimpan dan mendistribusikan video / konten audio pada media DVD.Format mulai dijual di Jepang pada tanggal 1 November 1996, di Amerika Serikat pada tanggal 1 Maret 1997, di Eropa pada tanggal 1 Oktober 1998 dan di Australia pada tanggal 1 Februari 1999. DVD-Video menjadi bentuk dominan rumah distribusi video di Jepang ketika pertama kali mulai dijual pada tahun 1996, tetapi tidak menjadi bentuk dominan distribusi rumah video di Amerika Serikat sampai 15 Juni, 2003 ketika DVD Video-mingguan di Amerika Serikat sewa mulai outnumbering kaset VHS mingguan sewa, mencerminkan tingkat adopsi yang cepat dari teknologi di pasar AS. Saat ini, DVD-Video adalah bentuk dominan di seluruh dunia distribusi rumah video, meskipun di Jepang itu dikalahkan oleh Blu-ray Disc Blu-saat ray pertama mulai dijual di Jepang pada tanggal 31 Maret 2006.  
  • DVD-Audio  adalah format untuk memberikan konten audio kesetiaan yang tinggi pada DVD. Dibandingkan dengan format CD, jauh lebih tinggi kapasitas DVD format memungkinkan masuknya musik jauh lebih (terhadap waktu berjalan total dan kuantitas lagu) dan / atau kualitas audio jauh lebih tinggi (tercermin dari tinggi tingkat sampling dan resolusi sampel yang lebih besar, dan / atau saluran tambahan untuk suara spasial reproduksi). Meskipun spesifikasi unggul DVD-Audio yang teknis, ada perdebatan apakah perangkat tambahan audio yang dihasilkan dibedakan dalam lingkungan mendengarkan khas. DVD-Audio saat ini membentuk ceruk pasar, mungkin karena jenis sangat perang format dengan standar saingan SACD yang DVD-Video dihindari.

    ditranlasikan oleh : SUMBER dan SUMBER 

Kamis, 14 April 2011

MERAWAT VCR

1. PEMERIKSAAN HARIAN
    a. Power VCR atur pada posisi ON, setelah dihubungkan dengan piranti lain sperti kamera, TV monitor.
    b. Cek bahwa gambar diterima TV monitor dengan baik.
    c. Cek pada layar peraga bahwa tanggal, waktu diperagakan benar.
    d. Cek kondisi rekaman hari sebelumnya, rewind tape yang direkam untuk waktu beberapa detik.
    e. Tekan tombol PLAY dan cek bahwa gambar hasil playback benar.
    f. Cek tanggal dan waktu yang direkam benar

2. PEMERIKSAAN PERIODIK
    Pemeriksaan periodic dan perawatan harus berdasarkan petunjuk penyalur . Head video harus diperiksa           setiap 1000 jam pemakaian, periksa untuk menentukan jika perlu diganti. Pemakaian head video dapat             dicek menggunakan menu POWER/DEW/USE TIME

3. MEMBERSIHKAN ALMARI (CABINET) 
      Jangan menggunakan bahan pelarut atau pembersih jenis lain. Bahan kimia ini dapat membuat retak atau         melunturkan warna almari.

4. CADANGAN BATERE LITHIUM
         Setelah batere diganti, tekan tombol ALL RESET, kemudian masukkan waktu, tanggal dan yang lain            sebagaimana pengaturan diperlukan


   

memperbaiki VCR

GEJALA KERUSAKAN DAN KEMUNGKINAN PENYEBABNYA


memilih jenis kaset sesuai kegunaannya

JENIS-JENIS CASSETE
1. CASSETE ANALOG

    Cassette analog hanya bisa digunakan untuk perekaman audio saja
2. CASSETE VCR
    Cassette audio dapat digunakan untuk perekaman audio maupun video
 

MENGINSTAL VCR

  

1.   Melonggarkan sekrup battery compartment sampai tutup dapat dubuka (sekrup tidak bisa dipindahkan dari  tutup) 

 2. Sisipkan baterai dalam pendukung dengan kabel menghadap keluar  

3.Pengecekan kebenaran plug, hubungkan konektor VCR, kemudian dorong kawat ke dalam 


INSTALASI DENGAN ALAT PENDUKUNG LAIN


KONEKSI MENGGUNAKAN MULTIPLEXER



PRINSIP KERJA VCR




     Perekam Kaset Video atau VCR (Video Cassette Recorder) adalah peralatan elektronik yang bisa dipakai untuk merekam suara/ audio dan gambar/ video dalam suatu kaset pita magnetik yang bisa dimasukkan dan dikeluarkan dengan mudah seperti halnya pita kaset suara biasa (Audio Cassette Recorder atau Cassette Recorder). Kebanyakan jenis VCR dilengkapi dengan rangkaian penala TV (TV-tuner) atau penerima yang dapat menerima siaran TV secara langsung. Untuk jenis yang lebih baik, VCR ini mempunyai rangkaian timer dan jam digital yang bisa dipakai untuk merekam siaran TV secara otomatis pada jam-jam yang diinginkan. Secara umum, perekam kaset video (VCR) ini menggunakan pita kaset (tape)dengan 3 macam format: pita format VHS, pita format Betamax, dan pita format V2000. Di antara ketiga macam format ini, sekarang jenis format yang paling populer dipakai adalah pita kaset dengan format VHS.
     Video Cassette Recorder dibuat pertama kali oleh Charles Ginsburg dan Ray Dolby pada 1956. alat ini populer digunakan dalam rangka pengembangan sistem penyiaran televisi, karena apa yang ditayangkan pada pertama kali sekarang akan dapat diputar kembali pada waktu yang lain.
     VCR sendiri memiliki dua tugas utama, yaitu mengadakan kontak dengan pita kaset, sebuah alat yang sangat tipis, sangat lemah dan mudah sekali rusak, dengan ukuran panjang yang tidak terukur dalam sebuah plastik, dan membaca sinyal dari pita kaset dan “memaknainya” dengan sinyal yang bisa dimengerti oleh televisi. Tugas kedua diatas merupakan sebuah kemajuan teknologi yang tinggi dalam waktu singkat.
     Pada perekaman suara, informasi suara disimpan secara linear pada kaset. Kemudian kaset bergerak melewati “kepala perekam” dan informasi suara tersebut diletakkan sebagai sebuah garis panjang yang mengikuti pergerakan pita kaset. Kaset ini dapat bergerak melewati kepala perekam tersebut dengan ukuran 2 sampai 3 inci (5 sampai 8 cm) per detik.
     Sinyal video terdiri sekitar 500 kali lebih banyak informasi dibandingkan dengan sinyal bunyi, dikarenakan beberapa pendekatan pekerjaan tidak dapat dikerjakan oleh beberapa hal. Namun kaset harus tetap bergerak melewati kepala perekam tersebut beberapa kaki per detik. Untuk mengatasi masalah ini, dua kepala perekam terorganisi bersama pada sebuah drum putar yang digerakkan kearah yang lebih tinggi dari posisi kaset.
     Charles Ginsburg pada tahun 1951 menciptakan sebuah videotape recorder, yang mampu menangkap gambar-gambar bergerak dari sinyal dengan mengubah rangsangan elektrik dan menyimpan informasi pada sebuah kaset magnetik. Pada 1956 VTR (video tape recorder) mulai dipasarkan. Kemudian Video Cassette Recorder dibuat pertama kali oleh Charles Ginsburg dan Ray Dolby pada 1956, dan mulai dipasarkan pada tahun 1971.
     Di Indonesia Video Cassette Recorder sempat menjadi populer pada sekitar tahun 1980-an, sebagai sebuah alternatif hiburan bagi masyarakat. Namun sekarang VCR ini sudah jarang dipakai, karena banyak alternatif perangkat lain yang lebih mudah dipakai. Masyarakat sudah jarang menggunakan VCR, namun alat ini tetap dipakai dalam rangka perekaman film dalam produksi program-program televisi.

KERJASAMA VCR DENGAN TELEVISI
     Gambar dalam televisi dibagi dalam beberapa series dalam 525 garis scan horizontal, setengahnya ditayangkan setiap 60 detik. Masing-masing melewati kepala perekam dari VCR yang membaca atau menulis data dalam satu lembaran (262,6 garis scan) dari gambar televisi. Sehingga data perekaman videotape adalah sebagai berikut:
     Dalam hal ini, akan ada beberapa bagian yang direpresentasikan oleh beberapa warna. Bagian cahaya biru merupakan lembaran yang disediakan bagi perekaman yang dilakukan oleh kepala perekam dalam drum berputar. Drum berputar terdiri dari dua kutub pada posisi yang berlawanan (180 derajat jarak). Dua kutub ini memberikan alternatif bagi masing-masing bagian untuk membaca dan menulis data pada pita kaset.Dan bagian yang berwana kuning me-representasikan sebuah audio control track.
     Alat pengontrol ini penting karena, pertama ia berfungsi sebagai pengontrol kerja VCR dalam melakukan perekaman, pada mode SP, LP ataupun EP, juga mengatur seberapa cepat VCR akan menarik kaset melewati drum pemutar, dan mempertahankan posisi pita pada saat pita tersebut dimainkan.
     Saat kita bermain dengan pemutaran track rekaman pengontrol pada VCR, kita hanya perlu memindahkan posisi “skew” antara pengontrol track dengan posisi kepala perekam.

KERJASAMA VCR DENGAN KASET
     Hubungan antara kaset dengan pemutar didalam VCR adalah sebagai berikut, Pertama kepala berputar pada 1800 rotasi per menit, atau 30 pergantian per detik.Pada mode SP, kaset akan melewati kepala pemutar pada garis 1,31 inci per menit (33,35 mmps), pada mode LP pada 0.66 inci per detik (16,7 mmps, dan pada mode EP pada 0,44 inci per detik (11,12 mmps. Karena rotasi inilah kepala tersebut berputar pada 228,5 inci(5804 mm) per detik, atau dengan kata lain berputar pada 25 mil per jam. Artinya apabila video menyimpan informasi secara linear,maka anda akan memerlukan 50 mil (80 km) untuk sebuah kaset dapat menyimpan film dengan durasi 2 jam.
Sebuah bagian yang dikatehui sebagai helical scanning akan membantu pemutaran kaset. Masalahnya adalah bagaimana cara membuat desain sebuah bentuk VCR yang bisa membungkus kaset video dalam putaran kepala perekam dengan tujuan perekaman ataupun pemutaran memori kaset. Selain itu mesin juga harus dapat mempertahankan pergerakan kaset pada posisi tertentu yang seimbang dengan kecepatan putaran yang pas dan mampu diidentifikasi dan berhenti dengan tepat. Untuk melakukan tugas ini, VCR harus mengikuti langkah sebagi berikut:
     Mekanisme driver dalam VCR harus dapat mengurai dengan baik pita panjang dari kaset dan membungkusnya dalam sebuah rol dengan kombinasi drum dan kepala perekam untuk dapat memainkannya. Ini merupakan pekerjaan paling berat yang harus dikerjakan oleh VCR.
      Format VCR digunakan kaset persegi besar dengan 2 gulungan co-axial, satu di atas yang lain, yang mengandung 1/2-inch-wide (13 mm) krom dioksida pita magnetik. Tiga kali bermain yang tersedia: 30 45, dan 60 menit. Kaset 60 menit terbukti sangat bisa diandalkan, penderitaan Snags banyak dan pecah karena tape sangat tipis. The mekanis rumit perekam sendiri juga terbukti agak tidak bisa diandalkan. Satu khususnya umum terjadi gagal harus tape kendur berkembang dalam kaset, pita dari spool (takeup) atas mungkin terasa berat ke jalur bawah (supply) spool dan menjadi tersangkut di dalamnya, jika mundur dipilih. kaset kemudian akan benar-benar macet dan memerlukan pembongkaran untuk membersihkan masalah, dan rekaman kemudian akan kusut dan rusak.
     Sistem ini mendahului perkembangan teknik azimut miring untuk mencegah crosstalk antara track video berdekatan, sehingga harus menggunakan guard band terekam antara trek. Ini diperlukan sistem untuk berjalan pada kecepatan pita yang tinggi 11,26 [2] inci per detik.
     Meskipun keterbatasannya, sistem Philips VCR adalah terobosan dan dibawa bersama banyak kemajuan dalam teknologi video untuk menghasilkan rekaman yang benar-benar praktis sistem home pertama video kaset. Model Philips pertama N1500 termasuk semua elemen penting dari sebuah perekam kaset video domestik:


* Wikipedia pemuatan kaset dan operasi sederhana oleh “Piano Key” kontrol, dengan penuh-stop otomatis di ujung pita.
* Sebuah tuner untuk merekam program televisi off-air.
* Jam dengan timer untuk rekaman tanpa pengawasan.
* Modulator A untuk memungkinkan sambungan ke penerima (untuk waktu) televisi normal tanpa konektor input audio dan video.
     Philips VCR sistem hanya dipasarkan di Inggris dan Eropa. Pada pertengahan tahun 1977, Philips mengumumkan mereka sedang mempertimbangkan distribusi format di Amerika Utara, dan itu uji dipasarkan selama beberapa bulan. Karena format awalnya dirancang hanya untuk digunakan dengan sistem 50 Hz 625-line PAL, unit VCR harus dimodifikasi agar dapat bekerja dengan sistem NTSC 60 Hz. Sayangnya, karena alasan mekanik dan elektronik, kecepatan tape harus meningkat sebesar 20%, yang mengakibatkan tape PAL 60 menit berjalan selama 50 menit dalam mesin NTSC. DuPont mengumumkan formulasi tipis rekaman video yang akan memungkinkan tape NTSC 60 menit VCR (dan sekitar 70 menit di PAL), tetapi rekaman itu bahkan kurang dapat diandalkan dibandingkan formulasi sebelumnya. Pada akhirnya, Philips ditinggalkan harapan untuk mencoba untuk menjual mereka format VCR di Amerika Utara, sebagian karena masalah reliabilitas, dan sebagian karena pengenalan VHS tahun yang sama.